Babinsa Koramil 0822/15 Klabang Perkuat Ketahanan Pangan, Dampingi Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Ternak di Desa Karang Sengon

 


Babinsa Koramil 0822/15 Klabang Perkuat Ketahanan Pangan, Dampingi Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Ternak di Desa Karang Sengon

Bondowoso – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong terciptanya pertanian yang ramah lingkungan, Babinsa Desa Karang Sengon Koramil 0822/15 Klabang, Sertu Slamet Riyadi, melaksanakan pendampingan kegiatan penyuluhan pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran ternak yang berlangsung di Balai Desa Karang Sengon, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, perguruan tinggi, serta masyarakat dalam meningkatkan kapasitas petani untuk memanfaatkan sumber daya lokal menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Melalui penyuluhan ini, para petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik sebagai alternatif pupuk yang lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan mampu menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Babinsa Desa Karang Sengon Sertu Slamet Riyadi mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD dalam membantu masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Kehadiran Babinsa tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif mendukung setiap program yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kami berharap para petani dapat memanfaatkan limbah kotoran ternak yang selama ini belum dikelola secara maksimal menjadi pupuk organik berkualitas. Selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, pupuk organik juga mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta menekan biaya produksi para petani. TNI melalui Babinsa akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap program pembangunan desa, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan," ungkap Sertu Slamet Riyadi.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pembuatan pupuk organik mulai dari pemilihan bahan baku, proses pencampuran, fermentasi menggunakan aktivator, hingga cara penyimpanan dan aplikasi pupuk pada berbagai jenis tanaman pertanian. Peserta juga diajak berdiskusi secara langsung mengenai kendala yang sering dihadapi dalam budidaya pertanian sehingga solusi yang diberikan dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. 

Para peserta berharap ilmu yang diperoleh dapat segera dipraktikkan di kelompok tani masing-masing sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen. 

Selain memberikan manfaat bagi sektor pertanian, pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Karang Sengon, Babinsa Desa Karang Sengon, Bhabinkamtibmas Desa Karang Sengon, Ketua dan anggota BPD, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), mahasiswa KKN Universitas Jember (UNEJ), perangkat Desa Karang Sengon, kelompok tani, serta masyarakat Desa Karang Sengon yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Melalui kolaborasi yang erat antara TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan pemanfaatan pupuk organik dapat menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan pertanian modern yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan. 

Pendampingan seperti ini juga menjadi bukti nyata komitmen Babinsa Koramil 0822/15 Klabang dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, lancar, serta penuh semangat kebersamaan antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju dan berdaya saing.

Tags