Misi Kemanusiaan di Gunung Piramid, Prajurit Kodim 0822 Bantu Angkat Jenazah dari Jurang
Bondowoso – Setelah melalui operasi pencarian dan evakuasi yang berlangsung selama tiga hari di medan terjal Gunung Piramid, Dusun Tegal Tengah, Kelurahan Curahdami, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi dua korban pendaki yang ditemukan meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026).
Operasi kemanusiaan tersebut melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, relawan, serta masyarakat. Prajurit Kodim 0822/Bondowoso melalui Koramil 0822/02 Curahdami turut berada di garis depan membantu proses evakuasi korban dari dasar jurang sedalam sekitar 60 meter.
Dua korban yang berhasil dievakuasi adalah Maliya Finda (51), warga Kota Surabaya, dan Irfan Nasrul Lalili (34), seorang pemandu pendakian asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan karena medan yang sangat curam, licin, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah. Bahkan, upaya evakuasi sempat dihentikan pada Selasa (4/8/2026) akibat keterbatasan peralatan dan faktor keselamatan personel.
Memasuki hari ketiga, tim gabungan kembali melanjutkan operasi sejak pagi. Berkat kerja sama dan koordinasi yang solid, kedua jenazah akhirnya berhasil diangkat dari lokasi jatuhnya korban sekitar pukul 14.10 WIB.
Selanjutnya, jenazah ditandu secara bergantian melewati jalur pendakian yang terjal menuju Pos 1 Gunung Piramid. Prajurit Kodim 0822 bersama personel gabungan bergantian memikul tandu demi memastikan proses evakuasi berjalan aman hingga korban tiba di kaki gunung.
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, kedua jenazah tiba di Pos 1 sekitar pukul 19.40 WIB sebelum dibawa menggunakan ambulans menuju Instalasi Forensik RS Bhayangkara Bondowoso untuk proses visum dan pembersihan jenazah.
Usai seluruh proses medis selesai, jenazah Maliya Finda diserahkan kepada pihak keluarga untuk diberangkatkan ke rumah duka di Surabaya dengan pengawalan Satlantas Polres Bondowoso.
Sementara jenazah Irfan Nasrul Lalili diserahkan kepada keluarga dan diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari.
Danramil 0822/02 Curahdami Kapten Inf Herri P bersama seluruh unsur yang terlibat memastikan operasi kemanusiaan berjalan dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah medan yang ekstrem.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Operasi evakuasi resmi berakhir pada pukul 23.40 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

